Apa yang bisa didaftarkan sebagai paten di Indonesia?
Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten, yang dapat dipatenkan adalah invensi (penemuan baru) di bidang teknologi yang dapat diterapkan dalam industri. Invensi tersebut harus baru, mengandung langkah inventif, dan dapat diterapkan dalam industri. Penemuan ilmiah, karya seni, dan metode bisnis tidak dapat dipatenkan.
Bagaimana cara mengajukan permohonan paten di Indonesia?
Permohonan paten diajukan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham melalui portal paten.dgip.go.id. Permohonan dapat diajukan oleh inventor sendiri atau konsultan KI terdaftar. Formulir harus disertai deskripsi invensi, klaim paten, abstrak, dan gambar (jika diperlukan).
Dokumen teknis apa saja yang diperlukan untuk mendaftar paten Indonesia?
Dokumen yang diperlukan meliputi: deskripsi invensi yang lengkap (mencakup bidang teknik, latar belakang, uraian singkat gambar, uraian lengkap, dan cara pelaksanaan), klaim paten yang mendefinisikan ruang lingkup perlindungan, abstrak tidak lebih dari 200 kata, gambar teknis jika ada, dan surat pernyataan kepemilikan invensi.
Berapa lama paten berlaku di Indonesia?
Paten biasa berlaku selama 20 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan. Paten sederhana (untuk invensi yang lebih sederhana) berlaku 10 tahun. Setelah berakhir, paten menjadi domain publik dan siapa saja dapat menggunakan invensi tersebut tanpa izin.

Berapa lama proses pendaftaran paten di Indonesia?
Proses pendaftaran paten di Indonesia memakan waktu 3–5 tahun. Setelah permohonan diterima, terdapat masa publikasi 18 bulan, kemudian tahap pemeriksaan substantif yang membutuhkan waktu 1–3 tahun. Paten sederhana lebih cepat, biasanya 1–2 tahun.
Apakah paten Indonesia berlaku di luar negeri?
Paten Indonesia hanya berlaku di wilayah Indonesia. Untuk perlindungan di negara lain, harus mengajukan permohonan paten di masing-masing negara atau menggunakan sistem PCT (Patent Cooperation Treaty) yang memungkinkan permohonan paten internasional melalui satu pintu.
Bagaimana cara melindungi hak paten dari pelanggaran di Indonesia?
Pemegang paten dapat mengajukan gugatan ganti rugi secara perdata di Pengadilan Niaga, atau melaporkan pelanggaran secara pidana ke Polri. Selain itu, pemegang paten dapat meminta mediasi melalui DJKI sebelum menempuh jalur litigasi.

Apakah perlu konsultan kekayaan intelektual untuk mendaftar paten di Indonesia?
Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan. Konsultan KI terdaftar di DJKI dapat membantu menyusun klaim paten yang kuat dan mengelola proses pemeriksaan. Klaim paten yang lemah atau tidak tepat dapat mempersempit ruang lingkup perlindungan yang diperoleh.
Apa perbedaan paten biasa dan paten sederhana di Indonesia?
Paten biasa melindungi invensi yang kompleks dengan proses pemeriksaan penuh. Paten sederhana (utility model) diperuntukkan bagi invensi yang lebih sederhana seperti alat atau produk baru, dengan proses lebih cepat dan biaya lebih rendah, namun masa berlaku lebih pendek (10 tahun) dan klaim lebih terbatas.
Bagaimana uplaw.ai membantu saya dengan pendaftaran paten di Indonesia?
Ceritakan invensi Anda kepada uplaw.ai — jenis teknologi, apakah sudah dipublikasikan, dan tujuan perlindungan — dan uplaw.ai akan membantu Anda memahami kelayakan pendaftaran paten, menyiapkan dokumen yang diperlukan, dan memandu proses pendaftaran di DJKI.

Gratis untuk memulai
Ingin mendaftarkan paten? Ceritakan kepada uplaw.ai.
Tanpa akun. uplaw.ai membantu mempersiapkan dokumen teknis dan memandu proses pendaftaran paten di DJKI.

